Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2017

Faedah Kisah (Qashash) dalam al-Qur`an

Kisah-kisah dalam Al-Qur’an mempunyai banyak faedah, di antaranya: 1)      Menjelaskan asas-asas dakwah menuju Allah dan menjelaskan pokok-pokok syari’at yang dibawa oleh para nabi, Seperti Firman Allah SWT: وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ “ Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu melainkan kami mewahyukan kepadanya, bahwa tidak ada tuhan selain Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku” (Al-Anbiya : 25). 2)    Meneguhka hati Rasulullah dan hati umat Muhammad atas agama Allah, memprkuat kepercayaan orang mukmin tentang menangnya kebenaran dan para pendukungnya serta hancurnya kebatilan dan para pembelanya. Seperti firman Allah SWT: وَكُلًّا نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنْبَاءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِ فُؤَادَكَ وَجَاءَكَ فِي هَذِهِ الْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَى لِلْمُؤْمِنِينَ   ”Dan semua kisah rasul-rasul yang Kami ceritakan kepadamu...

Macam-Macam Kisah dalam Al-Qur`an

Ar-Rumi membagi macam-macam kisah menjadi tiga bagian sesuai definisi Qashas al-Qur`an yang dikemukakan pada sub bab sebelumnya. Begitu Pula Manna` al-Qattan sependapat dengan ar-Rumi yang membagi macam-macam Qashash al-Qur`an kedalam tiga macam: a.         Kisah para nabi. Kisah ini mengandung dakwah mereka kepada kaumnya, mukjizat-mukjizat yang memperkuat dakwahnya, sikap orang-orang yang memusuhinya, tahapan-tahapan dakwah dan perkembangannya serta akibat-akibat yang diterima oleh mereka yang mempercayai dan golongan yang mendustakan. Misalnya kisah nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Harun, Isa, Muhammad, dll. b.        Kisah-kisah yang berhubungan dengan peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu dan orang-orang yang tidak dipastikan kenabiannya. Misalnya kisah orang yang keluar dari kampung halaman yang beribu-ribu jumlahnya karena takut mati, kisah Thalut dan Jalut, dua orang putra Adam, penghuni gua, ...

Kisah dalam al-Qur`an (Qashash al-Qur`an)

Pada zaman dahulu, ada sebuah tradisi lisan turun-temurun yang berkembang di masyarakat seluruh belahan dunia. Tradisi lisan ini biasanya terdiri atas cerita-cerita rakyat, baik itu berisi kisah orang-orang terdahulu maupun kisah mitos dan legenda di daerah tersebut sesuai dengan kepercayaan mereka masing-masing. Tradisi ini berkembang terus menerus dari generasi dan generasi, dan menjadi   sebuah kebudayaan lampau dan lestari. Beragam fungsi dan tujuan orang-orang terdahulu membuat cerita dan bercerita sesuatu. Ada yang bertujuan untuk mengenang jasa para tokoh terdahulu di kalangan mereka, ada yang hanya sebatas sebagai hiburan, ada juga yang bertujuan untuk memberi pelajaran bagi para pendengarnya. Bercerita atau menceritakan sebuah kisah-kisah menarik yng mengandung pelajaran bagi pendengarnya terbukti lebih mengena di hati para pendengar pada zaman dahulu. Biasanya suatu perstiwa yang dikaitkan dengan hukum kausalitas akan dapat menarik perhatian para pendengar. Apalagi...