Lima Komponen Religi dalam Teori Sosial
Soderblom mengatakan bahwa gejala religi itu merupakan gejala yang begitu kompleks sehingga tidak bisa diterangkan dengan satu hipotesa atau teori saja. Dengan pernyataan tersebut kemudian Kontjoroningrat mengusulkan konsep religi dipecah ke dalam lima bagian. Pertama, Emosi Keagamaan. Emosi keagamaan merupakan suatu getaran yang menggerakkan jiwa manusia. Soderblom mengartikan emosi keagamaan dengan sikap taku bercampur percaya kepada hal gaib serta keramat. Menurut kuntjoroningrat Emosi keagamaan merupakan komponen utama dari gejala religi yang membedakan suatu sistemreligi dari semua system sosial budaya lain dalam masyarakat. Kedua, sistem keyakinan. Sistem keyakinan dalam suatu religi berwujud pikiran dan gagasan manusia yang menyangkut keyakinan dan konsepsi tentang tuhan dan hal ghaib lainnya serta menyangkut sistem nilai dan norma keagamaan, kesusilaan, dan doktrin lainnya yang menyangkut tingkah laku ...