Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Asas Pembangunan Masyarakat Madinah

            Sejak Rasulullah SAW tinggal dan menetap di madinah, beliau sibuk mencurahkan perhatian untuk meletakkan dasar-dasar yang sangat diperlukan guna menegakkan tugas risalahnya yaitu: 1.       Memperkokoh hubungan umat Islam dengan Tuhannya. 2.       Memperkokoh hubungan intern umat Islam, yaitu antara sesame kaum muslimin. 3.       Mengatur hubungan antara umat Islam dengan orang-orangasing yang tidak seagama dengan kaum muslimin. Pekerjaan pertama yang dilakukan Rasulullah SAW adalah membangun masjid untuk menampilkan syi`ar Islam. Menurut riwayat Rasulullah membangun masjid di Mirbad, di sebidang tanah milik As`ad dan Zararah, tempat untanya berhenti pada saat kedatangan beliau ke Madinah. Masjid yang dibangun sangat sederhana, hanya berlantai kerikil dan pasir, bertiang pohon kurma, dan beratap pelepah kurma. Pada saat itu kiblatnya ma...

Sifat Sosialis Rasulullah SAW

Di usianya yang masih enam tahun, ibunda Rasulullah SAW telah meninggal dunia. Menyusul dua tahun kemudian sang kakek yang merawatnya, yakni Abdul Mutthalib juga meninggal dunia. Sepeninggal kakeknya, Rasulullah SAW berada dalam asuhan pamannya, Abu Thalib. Abdul Mutthalib memilih Abu Thalib untuk mengasuh Rasulullah dengan pertimbangan bahwa Abu Thalib merupakan saudara kandung Abdullah dari ibu Fatimah binti Amr bin A’idh bin Abd bin Imran bin Makhzum. Beliau melewati masa-masa sulit bersama dengan pamannya. Rasulullah membantu Abdul Muthalib untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan menggembala kambing dan terkadang ikut berdagang ke Syam bersama Abu Thalib.(Hisyam: 2006)     Kesibukannya membantu sang paman dalam mencari nafkah tak lantas membuat Rasulullah menjadi seorang individualis. Pada waktu tertentu beliau juga berkecimpung dalam kegiatan umum yang menjadi perhatian masyarakat pada saat itu seperti perang Fijjar, perjanjian hilf al-fudhul, dan banyak lagi k...

Hijrah ke Madinah dan Maknanya bagi Kehidupan Kontemporer

            Sebelum Rasulullah hijrah ke Madinah, telah banyak sahabat yang diperintah untuk hijrah terlebih dahulu oleh beliau. Mereka meninggalkan Makkah karena kota tersebut dianggap sudah tidak aman lagi untuk ditinggali oleh orang muslim. Para kafir Qurays merencanakan kejahatan yang ditujukan kepada umat muslim Makkah. Sebelum terlaksana, Rasul memerintah semua sahabat yang berada di makkah dan termasuk yang sudah hijrah terlebih dahulu ke Habasyah agar menuju Madinah. Kecuali Ali bin abi Thalib dan Abu Bakar Ash-Shiddiq yang diperintah untuk tetap tinggal di Makkah menemani beliau. Diceritakan dalam Fiqhus Sirah Imam Ghazali, bahwa sebenarnya Abu Bakar meminta Ijin kepada Rasul untuk berangkat ke Madinah terlebih dahulu bersama dengan muslimin lainnya. Namun jawaban Rasulullah yakni “ Jangan tergesa-gesa, mungkin Allah akan memberimu seorang sahabat” saat itu Abu Bakar merasa bahwa yang dimaksud sahabat dalam perkataan be...