Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2018

Unsur-unsur dan Pandangan Teori Sosial Mengenai Sistem Ritual

Konsep R. Otto Terhadap Sikap Kagum-Terhadap Hal yang Ghaib.             Menurut Otto semua system religi, kepercayaan dan agama di dunia berpusat kepada suatu konsep tentang hal yang ghaib ( mysterium ) yang dianggap maha-dahsyat ( tremendum ) dan keramat ( sacer ) oleh manusia. Hal yang ghaib serta keramat itu memiliki sifat-sifat yang sebenarnya tak mungkin dapat dicakup oleh pikiran dan akal manusia. Hal ghaib dan keramat yang menimbulkan sikap kagum-terpesona tersebut selalu akan menarik perhatian manusia dan mendorong timbulnya hasrat untuk menghayati rasa bersatu dengannya. Teori W. Robertson Smith Tentang Upacara Bersaji.             Robertson Smith mengemukakan tiga gagasan penting mengenai asas-asas religi dan agama pada umumnya. Gagasan pertama, mengenai soal bahwa disamping system keyakinan dan doktrin, sistem upacara juga merupakan suatu perwujudan dari...

Emosi Keagamaan: Sakral dan Profan

(Studi atas Pemikiran Emile Durkheim tentang Sosiologi Agama) Pada konteks kehidupan beragama sehari-hari terkadang sulit untuk membedakan antara sesuatu yang murni agama dan interpretasi dari agama. Sesuatu yang murni agama berarti berasal dari Tuhan dan mengandung nilai sakralitas. Sedangkan   interpretasi agama berarti berasal dari selain Tuhan, bersifat temporal, berubah, dan tidak sakral. Pada realitasnya terkadang kesulitan membedakannya dan sering terjadi percampuradukan antara agama dan pemikiran agama. Apakah agama adalah kebudayaan atau ataukah dalam setiap kebudayaan, agama merupakan sesuatu yang paling berharga dari seluruh kehidupan sosial. Bagi   Durkheim agama hanya bisa dikaji melalui kacamata sosial. Ia mengungkapkan bahwa agama baginya merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan dari masyarakat. Adanya masyarakat maka lahir pemikiran dan praktek keagamaan. Berbicara tentang agama dengan pendekatan sosiologis, sosok Durkheim dianggap sebaga...