Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2017

Sikap Al-Ghazali terhadap Teori Kausalitas Ibnu Rusyd dan Tanggapan Ibnu Rusyd

     Sikap al-Ghazali terhadap Hukum Kausalitas Kausalitas, sebagai salah satu teori pengetahuan yang pada waktu itu benar-benar  menantang prinsip kenabian, khususnya mukjizat. Kausalitas, secara harfiah berarti “segala sesuatu yang bertanggungjawab atas terjadinya perubahan gerak dan aksi. Tujuan utama al-Ghazali mengkritik kausalitas adalah untuk menegakkan mukjizat dan kemahakuasaan Tuhan secara mutlak. Mukjizat adalah “kekuatan supranatural yang diberikan kepada manusia sebagai (sesuatu yang di luar kebiasaan). Jadi, al-Ghazali mengambil sikap yang berbeda dengan para filosof-filosof Muslim sebelumnya. Istilah “adah” yang ada dalam definisi mukjizat menjadi, bagi al-Ghazali, fondasi utama untuk mengislamkan kausalitas, yang masa sebelumnya sangat naturalistik. Langkah pertama al-Ghazali adalah mengkritik pendapat para filosof yang mengatakan bahwa  hubungan antara sebab dengan akibat bersifat niscaya. Ini berarti  bahwa jika ada sebab pasti...

Filsafat Ibnu Rusyd

Seperti yang telah kita ketahui pada mulanya gurunyalah yang telah memperkenalkan Ibn Rusyd pada khalifah Abu Yqub Yusuf (558H/1184M) dari dinasti Muwahhidun. Pada pertemuan pertamanya antara khalifah dan Ibn Rusyd, setelah menanyakan asal-usul dan latar belakang Ibn Rusyd, khalifah menanyakan perihal filsafat, termasuk pandanagan kaum filosof tentang keqodiman alam. Ibn Rusyd menyangka bahwa pertanyan tersebut adalah jebakan baginya, karena persoalan ini sangat kursial dan sensitif kala itu. Namun dugaanya salah, ternyata khalifah yang pencinta ilmu malah berdiskusi dengan Ibn Tufail tetntang masalah-masalah yang kursial tersebut. Khalifah juga banyak mengutip pendapat-pendapat para filosof seperti Plato dan Aristoteles. Mereka, khalifah dan Ibn Tufail, sama-sama terlibat dalam diskusi yang berat tersebut. Terlihat bahwa khalifah yang memang pencinta ilmu pengetahuan ini sangat menguasai persoalan filsafat, pendapat-pendapat mutakallimun (teolog), plato dan Aristoteles. Ibn Rusyd k...