Robinson Crusoe
Film ini terinspirasi dari buku harian seorang pelaut yakni
Robinson Crusoe ketika mengarungi samudera untuk menghindari kejaran musuh yang
ingin membalas dendam atas kematian rekannya karena dibunuh olehnya. Ia
mengembara selama berbulan-bulan hingga suatu hari kapal yang ia tumpangi
diterpa oleh badai hingga terdampar di suatu pulau tak berpenghuni, tidak ada
satu awak kapalpun yang selamat kecuali dirinya dan seekor anjing peliharaan
sang kapten. Pulau tersebut hanya sesekali didatangi oleh suatu suku tertentu
untuk melakukan ritual kepercayaannya, yakni menyerahkan tumbal kepada tuhan
mereka dengan membunuh tawanan dari suku lain. Dari situ pula kemudian ia
bertemu dengan Friday. Friday merupakan
tawanan yang akan dijadikan tumbal akan tetapi rencana tersebut gagal karena ia
berhasil meloloskan diri. Dengan Friday, Robinson menghabiskan hari-harinya dan
belajar cara bertahan hidup dalam suatu pulau yang tidak berpenghuni. Selama
berada di pulau tersebut banyak kejadian yang dilalui sampai akhirnya ia
kembali ke tanah kelahirannya.
Adegan paling menarik dalam film ini adalah ketika dua orang
berbeda latar belakang beda suku bahkan warna kulit berbicara tentang konsep
tuhan sesuai keyakinan masing-masing.
Menurut Friday dan Robinson Crusoe dalam film tersebut, bahwa semua yang ada
dan tampak di dunia ini pasti ada yang menciptakan, yaitu Tuhan. Tiap individu
mempunyai argumentasi tersendiri mengenai Tuhan mereka, dan pastinya mereka juga
mempunyai landasan tersendiri bagi argumentasi yang mereka lontarkan mengenai Tuhan
pencipta mereka. Dalam film tersebut Robinson Crusoe berpendapat bahwa Tuhan yang menciptakan segala yang ada di dunia,
tuhan tidak dapat dilihat karena Ia berwujud roh namun slalu ada didalam jiwa,
hal ini ia lontarkan berdasarkan al-Kitab karena ia penganut agama Kristen.
Friday tidak setuju dengan pendapat Crusoe, karena ia memiliki keyakinan bahwa
tuhannya adalah Pakia (Buaya), dahulu tidak pernah ada kehidupan kecuali
hanya ada air, Pakia tinggal di air dan menciptakan matahari dan bulan,
kemudian matahari dan bulan menikah dan memiliki bayi yakni manusia, ia
berargumen juga berdasarkan Kitab Kejadian, kitab alirannya. Merekapun
berselisih, namun akhirnya kembali berteman karena beranggapan bahwa perbedaan
keyakinan tidak menghalangi hubungan pertemanan, saling menghormati dan
menghargai keyakinan masing-masing.
Dari kutipan tersebut dapat dipahami bahwa agama menurut mereka
adalah suatu keyakinan yang dianut oleh suatu komunitas tertentu dan dijadikan
sebagai pedoman hidup, yang memiliki komponen Tuhan sebagai pencipta segala
yang ada, memiliki pengikut, memiliki Kitab Suci sebagai pedoman yang mengatur
kehidupan komunitas tersebut dan memiliki tujuan kebahagiaan bagi pemeluknya. Mengenai
konsep Tuhan tidak bisa disamakan karena tiap agama memiliki konsep sendiri
mengenai Tuhannya. Semua agama benar menurut penganutnya masing-masing karena
mereka juga memiliki dasar untuk meyakini agama tersebut sebagai agamanya.
Komentar
Posting Komentar