Kenaikan Isa Al-Masih
Empat puluh hari setelah kebangkitan Yesus dari kubur kembali
terjadi satu peristiwa yang sangat istimewa di kalangan umat Kristen yakni
kenaikan Yesus ke surga atau ke rumah Bapa. Bagi umat Kristen kenaikan Isa
al-Masih ke Surga atau ke sisi Allah sangat terkait dengan klaim wafatnya
beliau di tiang salib. Jika orang-orang Yahudi dahulu meyakini bahwa mereka
telah berhasil membunuh dan menyalibnya atas berbagai tuduhan, maka berbeda
dengan umat Kristen sekarang yang meyakini bahwa wafatnya Isa (Yesus) di tiang
salib semata-mata untuk menebus dosa manusia. Isa al-Masih diyakini wafat pada
hari Jum`at dan dikubur pada malam Sabtu, dan masih berada dalam kubur hingga
malam Ahad. Konon dua hari setelah ia mati disalib, tepatnya pada pagi hari
Ahad, ia bangkit dan keluar dari kuburnya kemudian bertemu dengan para
pengikutnya di daerah al-Jalil di Palestina. Setelah empat puluh hari berada
ditengah-tengah pengikutnya, ia pun naik ke langit dengan disaksikan oleh para
pengikutnya.
Konon sebelum
peristiwa kenaikanNya, Yesus memberi amanat agung sebagaimana terdapat dalam
injil markus 16:15, “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah injil kepada
segala makhluk”. Ini memiliki arti Yesus telah memberi isyarat bahwa akan
meninggalkan para muridnya. Ia akan berpisah dari mereka dan untuk selanjutnya
ia tidak lagi terlihat oleh para muridnya, namun kerajaan Allah yang sudah
dihadirkan Yesus harus diteruskan. Untuk itu membutuhkan para muridNya yang
diutus untuk memberi kabar gembira dan menghadirkan kasih Kristus. Perutusan
tersebut tidak hanya ditujukan pada muridNya pada saat itu akan tetapi juga
pada seluruh umat Kristen pada saat ini.
Dalam menjalankan perutusan, konon Yesus tidak
akan meninggalan umat Kristen sendirian ia berjanji sebagaimana terdapat dalam
injil matius 28:20 “aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman”.
Jadi Yesus tetap hadir bersama para muridNya di tengah Gereja, sebab
kerajaanNya takkan berakhir. Dalam injil Yohanes terdapat keterangan bahwa
kenaikan Yesus memang tidak lagi terlihat oleh jamaat tetapi dalam penjamuan
terakhir ia sudah berucap “aku tidak akan meninggalkan kamu sebagai yatim
piatu. Aku akan datang kembali kepadamu.” Kemudian menurut umat Kristen
penyertaan itu diwujudkan dengan hadirnya Roh Kudus. Yesus berkata lagi dalam
Yohanes 16:7 “lebih berguna bagi kamu, jika aku pergi. Sebab jikalau aku tidak
pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau aku pergi, aku
akan mengutus dia kepadamu.
Menurut Bagus Aris
Rudiyanto sebagaimana diberitakan “pewartayogya” bahwa hari raya kenaikan Yesus
merupakan peristiwa yang istimewa, karena kenaikanNya ke surga sebagai
sang kepala, sedang umat Kristen merupakan tubuh mistikNya. Karena Kristus sebagai
kepala maka ia menjamin keselamatan semua umat Kristen sehingga harapan mereka
akan kasihNya semakin besar. Kenaikan Yesus ke surga bukan berarti perpisahan
Yesus dengan muridnya, namun Yesus senantiasa hadir dalam hidup mereka. Peristiwakenaikan
Yesus disini penuh dengan misteri iman karena tidak dapat ditangkap secara
indrawi, melainkan melalui pengalaman hidup para rasul dan penerus gereja.
Menurut
keyakinan umat Kristen, ada tiga tujuan Yesus naik ke surga yaitu Yesus
menyediakan tempat untuk orang yang percaya kepadaNya, Berdoa syafaat untuk
umat Kristen agar kehidupan mereka lebih sejahtera, dan terakhir Yesus berjanji
mencurahkan roh kudusNya sebagai ganti diri Yesus. Demikian gambaran mengenai
kenaikan isa al-Masih yang bekembang di kalangan umat Kristen.
Doktrin yang
dipercaya di kalangan umat Kristen tersebut sangat bertolak belakang dengan
doktrin dalam Islam. Meskipun Islam dan Kristen sama-sama meyakini bahwa Isa
al-Masih diangkat ruh dan jasadnya dalam keadaan sadar ke sisi Allah, akan
tetapi Kristen meyakini al-Masih diangkat ke surga setelah mati di tiang Salib
untuk menebut dosa manusia kemudian bangkit dan naik ke surga, sedang dalam Islam
Allah mengangkat Isa al-Masih karena untuk menyelamatkanNya dari penghianatan Yodas
Iskariot. Doktrin yang berbeda pula antara Islam dan Kristen adalah Jika dalam
Kristen al Masih dianggap sebagai Tuhan atau anak Allah, sedang dalam Islam Isa
al-Masih merupakan Nabi yang diutus Allah SWT untuk menyampaikan Syariat pada
umat Yahudi dan Nasrani. Kedua doktrin tersebut yang disebut standar ganda
antara Islam dan Kristen. Kedua doktrin tersebut selamanya tidak dapat
disatukan karena setiap individu atau kelompok memiliki argument sendiri
mengenai keyakinannya.
Komentar
Posting Komentar