Sekilas Tentang Agama Hindu

Agama Hindu merupakan agama pertama yang ada di dunia sebelum agama-agama lain muncul. Nama asli agama Hindu adalah Sanatana Dharma. Tidak ada bukti kuat terkait dengan waktu munculnya agama Hindu, yang pasti agama ini lahir di wilayah India. Perkembangan agama Hindu di India berlangsung dalam kurun waktu yang amat panjang yaitu berabad-abad hingga sekarang. Menurut Djam`annuri dalam buku “Agama Kita”  mengutip pendapat Govinda Das dalam “Hinduism” sejarah yang amat panjang itu dalam tiga bagian besar yakni Zaman Weda Kuno, Zaman Brahmana, dan Zaman Upanisad. Zaman Weda Kuno dimulai dari datangnya bangsa Arya ke India dengan menempati Sungai Shindu yang menyebarkan ajaran Hindu. Zaman ini merupakan zaman penulisan wahyu suci Weda pertama yaitu Rig Weda. Selanjutnya zaman Brahmana, perkembangan agama Hindu Brahmana merupakan peralihan dari zaman Weda Samhita ke Zaman Brahmana yang ditandai dengan pemusatan keaktifan pada batin atau rohani dalam berbagai upacara korban. Zaman Upanisad merupakan zaman pengembangan dan penyusunan falsafah agama, yaitu zaman orang berfilsafat dengan berdasarkan Weda.
Selain itu ada beberapa pendapat lain yang mengemukakan pembagian fase perkembangan agama Hindu di India seperti pendapat Djenar Respati dalam buku “Sejarah Agama-Agama di Indonesia” sejarah perkembangan agama Hindu yang sangat panjang tersebut terbagi dalam empat fase yaitu Zaman Weda, Zaman Brahmana, Zaman Upanisad, dan Zaman Budha. Adapula yang menyebut bahwa perkembangan agama Hindu terbagi dalam enam fase yakni Periode Weda, Periode Reformisme Asketis, Periode Hinduisme Klasik, Periode Hinduisme Klasik Akhir, Periode Kehadiran Islam, dan Periode Hinduisme Masa Kini.
Mengenai masuknya agama Hindu ke Indonesia, terdapat beberapa teori berbeda yang dikemukakan oleh para ahli sejarah. Namun secara umum dapat dikatakan bahwa masuknya agama Hindu ke Indonesia berlangsung secara damai dan bertahap melalui kontak dan hubungan perdagangan. Pengaruh agama Hindu secara jelas dapat diketahui sekitar tahun 400 Masehi, dengan ditemukannya batu bertulis huruf Pallawa dalam bentuk Yupa di tepi sungai Mahakam Kalimantan Timur, yang menyebutkan tentang kerajaan Kutai. Pengaruh Agama Hindu berkembang di Jawa Barat sekitar abad ke-5 Masehi, ditandai dengan munculnya kerajaan Taruma Negara dengan rajanya bernama Purnawarman. Hal ini dapat dibuktikan dengan ditemukannya tujuh buah prasasti pada batu-batu yang bertuliskan huruf Pallawa di Ciaruteam, Kebon Kopi, Jambu Pasir Awi, Muara Ciaten, dan Lebak. Di Jawa Tengah agama Hindu diperkirakan berkembang sekitar tahun 670 Masehi. Terbukti dengan ditemukannya batu tertulis di lereng gunung Merbabu. Sedang pengaruh agama Hindu di Jawa Timur diawali dengan ditemukannya prasasti Dinoyo dekat kota malang yang berangka tahun 670 Masehi. Prasasti menceritakan bahwa pada abad ke-8 masehi telah ada kerajaan yang berpusat di Kanjuruhan, rajanya bernama Dewa Simha. Sedang berkembangnya agama Hindu di Bali bermula dari runtuhnya kerajaan Majapahit yang berpusat di Banyuwangi yang menyebabkan kemunduran perkembangan agama Hindu di Jawa. Sehingga banyak umat Hindu yang beralih dari Jawa Timur ke Bali untuk mengembangkan ajarannya karena merasa tidak diberi ruang di pulau Jawa.
Setiap agama dibangun melalui sabda Tuhan (wahyu), sabda-sabda Tuhan itu kemudian dikumpulkan dalam suatu kitab suci dari masing-masing agama. Sumber ajaran atau kitab suci agama Hindu adalah Veda yang berisi mantra-mantra dan akan dapat difahami bila mendapat bimbingan seorang guru rohani yang ahli. Bahasa yang digunakan dalam kitab veda adalah bahasa Sanskerta. dari kitab Veda Sruti (wahyu) mengalirlah ajaran-ajarannya yang dikembangkan dalam kitab-kitab Smrti, Ittihasa, Purana, Tantra, Darsana, dan Tatwa-tatwa yang diwarisi di Indonesia.
Tujuan agama Hindu adalah Moksartham jagaddhitaya ca iti dharmah, artinya tujuan beragama atau Dharma adalah untuk mendapatkan Moksa dan Jagadditha. Moksa sendiri adalah kebebasan roh dari ikatan duniawi atau kelepasan,bebas dari dosa. Sedangkan Jagaddhita mengandung pengertian kebahagiaan, kesejahteraan, kemakmuran umat manusia, kelestarian serta kedamaian dunia,dll. Inilah tujuan agama diturunkan ke dunia oleh Tuhan Yang Maha Agung, Maha Pengasih menurut ajaran agama Hindu.
Jiwa dari agama adalah kepercayaan atau keimanan. Dalam agama Hindu Iman disebut dengan Sraddha. Pokok-pokok keimanan dalam agama Hindu terbagi menjadi lima bagian yaitu Percaya terhadap adanya Brahman (Sanghyang Widhi Wasa), Percaya terhadap Atman, Percaya terhadap hukum Karmaphala, Percaya terhadap adanya Punarbawa/ Reingkarnasi, Percaya terhadap adanya Moksa.             
Setiap agama memiliki hari suci atau hari raya. Hari raya agama Hindu terbagi menjadi dua, yaitu berdasarkan kalender Saka dan kalender Bali. Hari raya umat Hindu berdasarkan kalender saka yaitu hari raya Nyepi dan hari raya Siwaratri. Sedangkan hari raya agama Hindu berdasarkan kalender Bali antara lain hari raya Galungan, hari raya Kuningan, hari raya Saraswati, hari raya Banyupinaruh, dan hari raya Pagerwesi. Selain dari hari raya keagamaan diatas, pada hari tertentu umat Hindu di Bali juga melakukan upacara persembahan seperti pada Purnama, Tilem (bulan mati), dan Kajeng Kliwon.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter Masa Bani Umayyah Andalusia

Ilmu Tawarikh Al-Mutun

Faedah Kisah (Qashash) dalam al-Qur`an