Pengaruh pemikiran filsafat Ibn Rusyd di Eropa
Ibn Rusyd
lebih dikenal dan berpengaruh besar di Eropa sebagai intelek yang telah
menjembatani orang-orang Barat dalam mempelajari kembali filsafat Yunani secara
orisinil setelah lama terkubur di abad pertengahan. Sehingga muncullah
aufklarung (Renaissan) setelah lama terjadi kemandekan dan pergulatan.
Di sini Ibn Rusyd sebagai komentator terbesar karya Aristoteles banyak
berperan.
Pengaruh
besar Ibn Rusyd tidak lepas dari metode dan pendekatan yang dipakai dalam
pemikiran filosofisnya. Ibn Rusyd yang datang di tengah-tengah penguasaan dogma
agama dan pertentangan besar agama (wahyu) dan filsafat (akal)
merekonsiliasikan antara agama dan wahyu atau mempertemukan pertentangan
tersebut dengan mengemukakan argument-argumen yang dapat diterima akal dan kaum
agamawan. Persamaan tujuan dalam pencarian kebenaran menjadi senjata dalam
menemukan benang merah pertentangan agama dan filsafat. Sebagai agamawan Islam,
Ibn Rusyd dalam filsafatnya mengetengahkan justifikasi Alquran (agama) terhadap
filsafat yang sebelumnya ditolak. Lewat penyatuan akal dan wahyu ini lah
pengaruh Ibn Rusyd terus membesar.
Menurut
Ibrahim Madkur, ada beberapa alas an yang menyebabkan perhatian Barat terhadap
filsafat Ibn Rusyd demikian besar, yaitu; Ketertarikan Frederick II sebagai
pecinta ilmu pengetahuan dan filsafat terhadap komentar-komentar Ibn Rusyd akan
filsafat Arestoteles dan bagaiman dia dapat menjaga kemurniannya setelah
tercampur dengan Platonisme. Ketertarikan ini mendorongnya untuk menerjemahkan
dan menyebar luaskan pemikiran Ibn Rusyd di Eropa. Selain itu, banyak
orang-orang Yahudi penganut filsafat Ibn Rusyd juga menerjemahkan
pemikiran-pemikirannya. Dan sebagai komentator besar Arestoteles, banyak para
pengkaji filsafat membaca karyanya demi mendapatkan keorisinilan pemikiran
Arestoteles.
Pengaruh besar Ibn Rusyd di Eropa ditandai
dengan lahirnya gerakan Averroisme yang menghidupkan dan mengembangkan
pemikiran filosofis Ibn Rusyd. Meskipun apa yang mereka kembangkan pada
akhirnya jauh berbeda dengan pemikiran asli Ibn Rusyd. Hal ini tidak lebih
dikarenakan perbedaan latar belakang saja yang mempengaruhi pemikiran. Kelahiran
aliran ini telah membuktikan pengaruh besar Ibn Rusyd di Eropa. Meskipun banyak
juga yang menentang pemikiran Ibn Rusyd, seperti Thomas Aquinas, Raymond Lull,
Albert the Great dan lainnya. Bahkan para gerejawan berusaha membendung
pengaruh pemikiran rasional Averroisme dengan berbagai cara. Salah satu ancaman
yang paling tragis adalah ancaman pembunuhan dan penjara.
Komentar
Posting Komentar