Kitab-Kitab Tentang Biografi Para Periwayat Hadis
Ulama` sangat antusias
dalam mengkaji ilmu ini, salah satu hasil semangat ilmiah itu adalah
terhimpunnya koleksi-koleksi besar yang berisi biografi dan informasi lengkap
tentang para perawi. Mereka menjaga semua itu dalam karya-karya mereka. Lalu
mereka menyusun karya tentang sahabat, keadaan mereka, perang-perang,
kabilah-kabilah dan sejumlah hadis yang mereka riwayatkan. Mereka
memberikan perhatian yang sangat besar, sampai masa kecemerlangan kodifikasi.
Buahnya, kita bisa menyaksikan banyak karya yang memuat informasi tentang
sahabat dan hal-ihwal mereka, disamping karya-karya lain yang memuat tabi`in, generasi sesudah tabi`I, dan
ahli-ahli sesudah mereka. Para ulama juga menyebutkan para wanita periwayat
hadis.
Karya terlengkap tentang
sejarah para perawi hadis adalah kitab “Tahdzib at-Tahdzib” karya al-Hafidz
Syihabuddin Abu al-Fadhl Ahmad ibn Ali (Ibn Hajar) al-Asqalani (773-852 H).
kitab ini terdiri dari dua belas jilid yang dicetak di India.
Metode yang digunakan oleh para penyusun dalam menyusun karya-karya tentang sejarah para perawi
sangat beragam. Ada yang menyusunnya berdasarkan tingkatan-tingkatan (Thabaqat).
Sehingga mereka akan membahas keadaan para perawi tingkat demi tingkat, atau
generasi demi generasi. Satu tingkatannya mencerminkan sejumlah perawi yang
hidup dalam masa yang hampir bersamaan. Kitab-kitab thabaqat terkemuka adalah
“ath-Thabaqat al-Kubra” karya Muhammad
ibn Sa`d (168-230 H) dan “Thabaqat ar-Ruwat” karya Khalifah ibn Qayyath
al-`Ushfuriy(-240 H).
Ada yang menyusun berdasarkan tahun. Mereka menyebut tahun wafat
seorang perawi, lalu menyebut biografinya dan berita-berita lain tentang perawi
itu. Ini jelas tampak dalam “Tarikh al-Islam” karya adz-Dzahibiy.
Ada juga yang menyusun sejarah para perawi secara alfabetis. Jenis
ini mempermudah dalam penelitian. Kitab jenis ini yang sampai ke tangan kita
adalah “al-Tarikh al-Kabir” karya Imam Muhammad bin Ismail al-Bukhari (194-256
H). dalam kitab ini terdapat kurang lebih empat ribu biografi para perawi yang
terbagi dalam delapan jilid.
Disamping itu ulama juga menyusun karya berdasarkan nama-nama
negeri tempat para perawi. Biasanya penyusun mengawalinya dengan menyebutkan
keutamaan-keutamaan negeri yang bersangkutan, lalu menyebutkan sahabat-sahabat
yang tinggal disana, yang pernah singgah ataupun yang pernah lewat, kemudian
menyebut ulama-ulama lain secara alfabetis. Karya terbaik adalah “Tarikh
Naisabur” karya Imam Muhammad ibn
Abdillah al-Hakim al-Naisaburi (321-405 H) dan “Tarikh al-Baghdad” karya Abu
Bakar Ahmad ibn Ali al-Baghdadi yang merupakan karya paling agung, juga “Tarikh
Dimasyqi” yang terdiri dari delapan jilid karya al-Hafidz al-Mu`arrikh Ali ibn
Hasan (Ibn Asakir).
Ada pula yang menyusunnya berdasarkan nama asli dan nama kunyah
para perawi, diantara karyanya yang popular adalah “al-Asamiy Wa al-Kuna” karya
Ali ibn Abdillah al-Madiniy, “al-Kuna Wa al-Asma`” karya Abu Bisyr Muhammad ibn
Ahmad ad-Daulabi, dan “al-Ikmal fi Raf` al-Irtiyab `An al-Mu`talif Wa
al-Mukhtalif Min al-Asma` Wa al-Kuna Wa al-Ansab” karya al-Amir al-Hafidz Abu
Nashr Ali ibn Hitabullah.
Karya tentang nama-nama perawi yang Musytabih yaitu
“al-Musytabih Fi Asma` al-Rijal” karya al-Hafid Muhammad ibn Ahmad ibn Utsman
adz-Dzahibiy.
Karya tentang nama julukan yang paling lengkap adalah “Nuzhah
al-Albab Fi al-Alqab” karya al-Hafid Ahmad ibn Ali (ibn Hajar) al-Asqalaniy.
Karya tentang nama nisbat yang paling lengkap
adalah “al-Ansab” karya Taj al-Islam Abdul Karim ibn Muhammad as-Sam`aniy yang
disusun secara alfabetis dan kitab “al-Lub” terdiri dari tiga jilid karya Ali
ibn Muhammad asy-Syaibani al-Jazariy yang merupakan ringkasan dari kitab
“al-Ansab”.
Komentar
Posting Komentar