Review Kitab Kaifa Nadrus Ilmu Takhrij Hadis
Ilmu takhrij hadis merupakan suatu bidang ilmu yang sangat penting
dari beberapa bidang ilmu yang dipelajari oleh mahasiswa. Faidah dari
mempelajari ilmu takhrij adalah siswa berlatih untuk mengungkapkan kedudukan
dari berbagai sumber yang berbeda, baik dengan memakai alat hitung atau dengan
cara melihat daftar (katalog) yang terbaru. Sebagaimana mereka terlatih untuk
mengungkapkan informasi rahasia yang berkaitan dengan cara itu dengan
metode yang lebih sederhana. Kitab ini
merupakan sebuah karya yang mana siswa hanya dikhususkan untuk mengkaji dan
mengetahui kedudukan hadis dari berbagai sumber. Dan tidak membutuhkan
pemikiran yang mendalam, hanya saja butuh latihan untuk mentakhrij hadis dan
meneliti siapa perawinya.
Bidang ini mendapat
perhatian yang sangat besar di kalangan para ulama`, terbukti dengan banyaknya
kitab-kitab yang tersebar pada saat ini. Maka dari itu, dalam kitab ini penulis
akan membagi materi kedalam tiga bagian secara bertahap.
Tahap Pertama
Pada bagian ini pengarang membahas tentang latihan mengukap
kedudukan hadis, mengetahui perawi hadis dari beberapa perawi dengan
menggunakan indeks yang bermacam-macam atau dengan perhitungan. Bagian ini
mencakup penjelasan tentang pengertian takhrij, istilah takhrij dan analisis
sejarahnya menurut as-Sakhawi, pengertian takhrij menurut ulama` kontemporer
dan diskusi kejanggalaan didalamnya, takhrij dari segi teknik dan keilmuan,
tujuan dan faidah dari takhrij hingga tidak ada kerancuan didalamnya, empat
macam indeks untuk mengungkapkan tuduhan terhadap hadis, dan urutan
langkah-langkah penelitian hadis mengenai kedudukannya.Sebaiknya dalam mempelajari kitab
ini, kita mengetahui dahulu tentang definisi dari lafat at-Takhrij yang digunakan oleh ulama` hadis dan ulama`
kontemporer. Kemudian definisi tersebut dapat membantu kita memahami hakikat lafad at-Takhrij,
tujuan mempelajarinya, faidah-faidah dan
kepentingan mengetahui ilmu tersebut dengan benar.
Tahap Kedua
Bagian
ini berisi tentang latihan-latihan soal tentang prosedur penggabungan antara
riwayat yang ditakhrij untuk memantau suatu kesepakatan atau perbedaan pendapat
diantara mereka dan menentukan capaian dengan akurasi. Bagian ini mencakup
penjelasan tentang sumber-sumber yang dibutuhkan oleh peneliti, latihan pertama
untuk mencapai tujuan daritakhrij, langkah awal untuk memantau perbandingan
dalam beberapa contoh, gambar pohon bagan-bagan sanad, perbandingan
riwayat-riwayat dan cara yang serupa, ringkasan kesimpulan dari perbandingan,dll.
Tahap ketiga
Pada
tahap ini menjelaskan tentang tiga poin mendasar yang harus dipahami menginterpretasikan
perawi, kitab-kitab terjemah dan metode-metodenya, tata cara ulama` dalam
menempatkan makna dan kebutuhan mengenalinya, dll.
Komentar
Posting Komentar