Isyarat Kenabian Muhammad


            Muhammad SAW dilahirkan dari lingkungan keluarga yang bersih, suci serta memiliki silsilah terhormat. Muhammad tumbuh dan dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang mempunyai peranan tertentu bagi suksesnya risalah yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Akan tetapi walaupun beliau berasal dari keturunan mulia, namun beliau tidak memiliki kekayaan. Sedikit harta yang dimilikinya kemudian asal-usulnya yang yang mebuat beliau memiliki keutamaan lebih banyak daripada semua keutamaan yang dimiliki oleh lapisan masyarakat lain.
            Isyarat kenabian Muhammad telah tampak sejak ia kecil. Muhammad dilahirkan secara biasa di kota makkah, tidak terjadi peristiwa apapun yang menarik perhatian, begitu menurut Muhammad al-Ghazali dalam Fiqhus sirahnya. Meskipun ada penulis riwayat seperti Bushairi yang menceritakan terjadinya beberapa peristiwa aneh yang menandakan kenabian beliau. Konon pada saat kelahiran beliau, empat belas tembok istana Kisra (Maharaja persia) runtuh, api sesembahan orang majusi mendadak padam, dan gereja-gereja di sekitar telaga “Saawah” ambruk setelah dilanda banjir. Namun Muhammad al-Ghazali menyatakan hal itu merupakan pengungkapan keliru tentang pemikiran yang benar. Yang benar adalah bahwa kelahiran nabi Muhammad menandakan akan lenyapnya kedzaliman, runtuhnya zaman kesewenang-wenangan, dan ambruknya semua lambang kedurhakaan.
            Termasuk dalam isyarat kenabian Muhammad, saat usianya menginjak lima tahun terjadi peristiwa aneh yang saat ini dikenal dengan peristiwa pembelahan dada. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh anas mengatakan bahwa malaikat Jibril mendatangi Muhammad kemudian ia diajak pergi lalu dibaringkan, dibelah dadanya dan dikeluarkan hatinya. Dari hati beliau dikeluarkan segumpal darah hitam, kemudian malaikat jibril berkata: “inilah bagian setan yang ada di dalam tubuhmu!” lalu hati beliau dicuci dengan air zam-zam dalam sebuah bokor kencana, kemudian diletakkan kembali ke tempat semula, lalu dadah beliau ditutup kembali.
Dalam riwayat Malik bin Sha`sha`ah dikatakan bahwa peristiwa tersebut terulang kembali pada saat usia Nabi muhammad berusia lima puluh tahun. Ketika Rasulullah SAW menceritakan peristiwa isra kepada para sahabatnya, beliau menerangkan bahwa disaat berbaring di dekat ka`bah dalam keadaan setengah tidur dan setengah terjaga, beliau didatangi oleh seseorang, lalu ia membelah dada nabi dan mengambil hatinya. Hati tersebutdicuci dalam sebuah bokor kencana hingga bersih kemudian dikembalikan lagi pada tempat semula. Jika peristiwa tersebut dilakukan oleh manusia, pastilah nabi akan merasakan sakit, namun karena itu dilakukan diluar nalar manusia, nabi tidak merasa sakit sedikitpun, hanya saja ada beberapa riwayat yang mengatakan bahwa wajah nabi kala itu pucat pasi.
Kesimpulan yang dapat diambil dari peristiwa tadi adalah Allah SWT tidak akan membiarkan makhluk istimewa seperti nabi Muhammad terlibat dalam keburukan dan sifat tercela sekalipun sedikit. Hadis-hadis tentang peristiwa pembedahan dada Nabi SAW  bermaksud hendak menunjukkan asuhan ilahi yang dilimpahkan Allah SWT kepada nabi Muhammad SAW. Sehingga sejak masa kanak-kanak beliau selamat dari berbagai macam kekurangan dan keburukan yang biasanya ada pada tabiat manusia dan selamat pula dari segala bentuk godaan hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dokter Masa Bani Umayyah Andalusia

Ilmu Tawarikh Al-Mutun

Faedah Kisah (Qashash) dalam al-Qur`an